Berita  

Gala Premiere Pelantikan BKM FUSA 2026: Filantropi sebagai Nafas Kepengurusan

Poto Bersama seluruh Pengurus BKM Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN (Auditorium UIN Mataram)
Poto Bersama seluruh Pengurus BKM Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN (Auditorium UIN Mataram)

Mataram, 13/04/2026. – Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Mataram menyelenggarakan pelantikan serentak Badan Kegiatan Mahasiswa (BKM) pada Senin, 13 April 2026, bertempat di Auditorium Kampus II. Kegiatan yang mengusung tema “Filantropi sebagai Nafas Kepengurusan: Menumbuhkan Kepedulian, Menguatkan Pengabdian BKM FUSA” ini berlangsung dengan khidmat sekaligus penuh antusiasme dari para peserta yang hadir.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, di antaranya Wakil Dekan III FUSA Dr. Nursyamsu, M.Ud., Wakil Dekan I Prof. Dr. Winengan, M.Si., serta para ketua dan sekretaris jurusan dari Program Studi Sosiologi Agama, Pemikiran Politik Islam, dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan dukungan institusional terhadap penguatan peran organisasi kemahasiswaan sebagai bagian integral dari ekosistem akademik.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Bagastian Hardi (DEMA) FUSA menegaskan bahwa mahasiswa yang telah dilantik memiliki tanggung jawab sebagai agent of change dan social control. Peran tersebut menuntut kontribusi nyata dalam merumuskan kebijakan yang relevan serta memberikan dampak positif bagi civitas akademika, khususnya di lingkungan FUSA.

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa, Intan Nur Aini, menyoroti pentingnya soliditas organisasi dalam menjalankan program kerja. Ia menekankan bahwa penyusunan program bukanlah proses yang sederhana, melainkan membutuhkan sinergi, solidaritas, dan kerja sama yang kuat antaranggota untuk menghasilkan program yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.

Wakil Dekan III FUSA, Dr. Nursyamsu, M.Ud., dalam arahannya menegaskan bahwa kepengurusan organisasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud konkret dari pengabdian. Ia menekankan bahwa kualitas kepemimpinan dalam organisasi sangat ditentukan oleh proses internal yang dijalani selama masa kepengurusan.

Di sisi lain, Wakil Dekan I FUSA, Prof. Dr. Winengan, M.Si., memandang momentum pelantikan ini sebagai sarana strategis untuk mengembangkan kapasitas diri mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan dalam BKM dapat menjadi wahana pembelajaran untuk mengasah soft skills sekaligus melengkapi penguasaan hard skills. Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas intelektual dan kesehatan fisik, termasuk melalui kegiatan olahraga sebagai bagian dari penguatan kapasitas diri secara holistik.

Pelantikan BKM FUSA 2026 ini tidak hanya menjadi seremoni kelembagaan, tetapi juga menandai komitmen bersama dalam membangun budaya organisasi yang berbasis filantropi, kepedulian sosial, dan pengabdian akademik. Dengan semangat tersebut, diharapkan BKM FUSA mampu menjadi representasi mahasiswa yang progresif, adaptif, dan berkontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan serta kehidupan sosial kampus.