Mataram | tahiro.id
UIN Mataram melalui Program Studi Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melaksanakan kegiatan praktikum lapangan bertajuk “ONE DAY TRIP” pada Sabtu, 27 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 4 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan destinasi wisata berbasis ekowisata dan pariwisata berkelanjutan.
Sebagai bentuk pembelajaran kebijakan pembangunan pariwisata progam studi pariwisata syariah melaksanakan kegitan praktikum. Kegiatan praktikum dengan mengunjungi dua destinasi unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu Ekowisata Bale Mangrove dan Pertamina Mandalika International Circuit.

Ketua Program Studi Pariwisata Syariah FEBI UIN Mataram Wahyu Khlik, M.Par dalam sambutannya di Ekowisata Bale Mangrove menyampaikan bahwa kegiatan praktikum lapangan menjadi sarana penting untuk memberikan pembelajaran nyata kepada mahasiswa terkait pengelolaan destinasi wisata yang profesional, berkelanjutan, dan berbasis nilai-nilai Islam.
Beliau menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi konsep maqashid syariah, khususnya dalam menjaga keberlangsungan kehidupan, lingkungan, dan budaya masyarakat lokal.
“Pariwisata tidak hanya berbicara tentang kunjungan wisatawan dan keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana menjaga alam, budaya, dan keberlanjutan generasi mendatang. Konsep maqashid syariah mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pemaparan langsung dari Ketua Pokdarwis Ekowisata Bale Mangrove mengenai proses pengembangan kawasan wisata berbasis masyarakat, strategi pelestarian hutan mangrove, hingga tantangan dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata.
Dalam pemaparannya, Ketua Pokdarwis menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat, kebersihan lingkungan, pelayanan wisata, dan komitmen bersama dalam menjaga ekosistem.
“Ekowisata Bale Mangrove dibangun dengan semangat pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kami berharap mahasiswa dapat belajar bahwa wisata yang baik adalah wisata yang memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak alam dan budaya lokal,” jelasnya.

Mahasiswa peserta praktikum mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat berharga melalui kegiatan ini. Salah satu mahasiswa semester 4 menyampaikan bahwa pembelajaran langsung di lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata dibandingkan hanya belajar di dalam kelas.
“Kami bisa melihat langsung bagaimana pengelolaan destinasi wisata dilakukan, mulai dari pelayanan wisatawan, pengelolaan lingkungan, hingga peran masyarakat lokal. Kegiatan ini membuat kami lebih memahami praktik nyata pariwisata syariah dan ekowisata,” ungkapnya.

Setelah kegiatan di Bale Mangrove, rombongan melanjutkan kunjungan edukatif ke Pertamina Mandalika International Circuit di kawasan Kuta Mandalika. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pengembangan kawasan pariwisata internasional, pengelolaan event sport tourism, serta dampak ekonomi dan promosi destinasi bagi pariwisata Nusa Tenggara Barat.
Melalui kegiatan “ONE DAY TRIP” ini, Program Studi Pariwisata Syariah FEBI UIN Mataram berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan, sehingga dapat melahirkan sumber daya manusia pariwisata yang profesional, beretika, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta budaya lokal.














