Mataram | tahiro.id
UIN Mataram melalui Program Studi Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melaksanakan kegiatan praktikum lapangan bertajuk “ONE DAY TRIP” dengan mengunjungi Desa Wisata Adat Sade dan Desa Wisata Bonjeruk. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pariwisata Syariah semester 4 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dalam memahami pengelolaan desa wisata berbasis budaya, masyarakat, dan keberlanjutan.
Kegiatan praktikum ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran nyata kepada mahasiswa mengenai konsep pengembangan desa wisata, pelestarian budaya lokal, pemberdayaan masyarakat, serta implementasi nilai-nilai pariwisata syariah dalam pengelolaan destinasi wisata sebagai bagian dari pembelajaran kebijakan pembangunan pariwisata.

Dalam kunjungan ke Desa Wisata Adat Sade, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai sejarah dan budaya masyarakat Suku Sasak, mulai dari arsitektur rumah adat, tradisi tenun, hingga kearifan lokal yang masih dijaga secara turun-temurun. Mahasiswa juga diajak memahami bagaimana budaya lokal dapat menjadi daya tarik wisata yang tetap terjaga keasliannya di tengah perkembangan industri pariwisata.
Ketua Program Studi Pariwisata Syariah FEBI UIN Mataram Wahyu Khalik, M.Par dalam sambutannya menyampaikan bahwa desa wisata merupakan contoh nyata pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
“Mahasiswa harus memahami bahwa pariwisata bukan hanya tentang mendatangkan wisatawan, tetapi juga bagaimana menjaga identitas budaya, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan keberlanjutan. Desa wisata menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi mahasiswa pariwisata syariah,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya pendekatan maqashid syariah dalam pengembangan destinasi wisata, khususnya dalam menjaga budaya (hifdz al-‘urf), menjaga lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga : Dorong Mahasiswa Aktif Berkarya, FUSA UIN Mataram Gelar Kelas Menulis
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Wisata Bonjeruk yang dikenal sebagai desa wisata berbasis sejarah, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai pengelolaan desa wisata, pengembangan produk wisata berbasis masyarakat, serta strategi promosi destinasi melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku wisata.

Pengelola Desa Wisata Bonjeruk menjelaskan bahwa keberhasilan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh potensi alam dan budaya, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kualitas destinasi wisata.
“Desa wisata akan berkembang apabila masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan wisata. Wisata yang baik adalah wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga nilai budaya dan lingkungan,” jelasnya.
Mahasiswa peserta kegiatan mengaku memperoleh pengalaman belajar yang sangat berharga melalui praktikum lapangan ini. Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membuka wawasan baru mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan pariwisata.
“Kami belajar langsung bagaimana budaya lokal dijaga dan dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Selain itu, kami juga memahami bahwa desa wisata dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan praktikum “ONE DAY TRIP” ini, Program Studi Pariwisata Syariah FEBI UIN Mataram berharap mahasiswa mampu memahami praktik pengelolaan desa wisata secara langsung serta memiliki kompetensi dalam mengembangkan pariwisata yang berorientasi pada keberlanjutan, nilai budaya, dan prinsip-prinsip pariwisata syariah.














