
Mataram, 20 April 2026 — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Mataram menyelenggarakan kegiatan “Scholarship Bootcamp 2026: Unlock Your Future with Beasiswa Indonesia Bangkit” pada Senin (20/04) sebagai upaya mendorong mahasiswa untuk lebih siap dalam meraih peluang beasiswa, khususnya Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, yakni Rio Alfian R, S.E., mahasiswa on going program magister penerima BIB di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekaligus calon Presiden Beasiswa Indonesia Bangkit 2026, serta Lalu Anugrah Iswadi, awardee BIB S1 UIN Mataram periode 2022–2026.

Acara dibuka dengan opening speech oleh Presiden Mahasiswa UIN Mataram, Ahmad Hilman Halim, yang juga merupakan awardee Beasiswa Indonesia Bangkit. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan peluang beasiswa sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri dan daya saing global.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus motivasi bagi mahasiswa agar lebih siap dan percaya diri dalam meraih beasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, sambutan dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Mataram, Prof. Dr. H. Jumarim, M.H.I., yang diwakilkan oleh Pembina II DEMA UIN Mataram, Dr. Erwin Padli, M.Hum., menegaskan dukungan penuh pihak kampus terhadap pengembangan potensi mahasiswa melalui program beasiswa.

Dalam sesi materi, Rio Alfian R, S.E. menekankan bahwa keberhasilan dalam meraih beasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental, perencanaan yang matang, serta kejelasan visi. Ia menjelaskan bahwa proses seleksi beasiswa meliputi tahapan administrasi, penulisan esai, hingga wawancara yang membutuhkan strategi dan konsistensi.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun personal branding, memperkuat pengalaman organisasi, serta menyusun esai yang autentik dan relevan dengan tujuan beasiswa. Menurutnya, banyak peserta gagal bukan karena kurang mampu, tetapi karena tidak mampu menunjukkan arah dan kontribusi yang jelas.
Sementara itu, Lalu Anugrah Iswadi membagikan pengalaman nyata selama menjadi penerima Beasiswa Indonesia Bangkit. Ia menegaskan bahwa menjadi awardee bukan hanya tentang memperoleh bantuan finansial, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk menjaga prestasi dan terus berkembang.
Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar justru muncul saat menjalani program beasiswa, di mana mahasiswa dituntut untuk mampu mengatur waktu, menjaga performa akademik, serta aktif dalam pengembangan diri. Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani mencoba dan tidak takut gagal dalam proses pendaftaran.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung, terutama pada sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Hal ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa UIN Mataram dalam mengakses peluang beasiswa sebagai bagian dari pengembangan akademik dan karier.
Melalui kegiatan ini, DEMA UIN Mataram berharap semakin banyak mahasiswa yang termotivasi dan mampu meraih beasiswa, serta menjadi generasi yang unggul, kompetitif, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.














