Mataram | tahiro.id – LP2M UIN Mataram bekerja sama dengan BMBPSDM Kementerian Agama RI menyelenggarakan Pelatihan Moderasi Beragama bagi Pemuda Lintas Agama NTB 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu s/d Jumat, 17 – 19 Juni 2026, bertempat di Ruang Meeting Training Center UIN Mataram, mulai pukul 07.30 WITA-17.00 WITA. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari perwakilan organisasi pemuda dan tokoh pemuda lintas agama di Nusa Tenggara Barat.
Berdasarkan daftar peserta, kegiatan ini melibatkan 20 organisasi kepemudaan lintas agama di NTB, dengan masing-masing 2 delegasi, yakni GEMABUDHI NTB, Rumah Moderasi Beragama IAHN Gede Pudja Mataram, Duta Damai NTB, PW Pemuda NW NTB, PW Pemuda NWDI NTB, PW Pemuda Muhammadiyah NTB, PW IPNU NTB, PW IPPNU NTB, Majelis Khuddamul Ahmadiyah dan Nashirat Ahmadiyah, DEMA UIN Mataram, SEMA UIN Mataram, DEMA UNRAM, DEMA UNDIKMA, DEMA UMMAT, Komunitas Peduli Inklusi dan Toleransi (KoPIToL) NTB, Kader Penggerak Moderasi Beragama (KPMB) NTB, GMKI Mataram, GKII, Pemuda Katolik Komda NTB, serta PERADAH NTB. Keberagaman peserta ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang temu lintas iman, lintas organisasi, dan lintas generasi untuk memperkuat jejaring perdamaian di NTB dalam rangka pencegahan IRE (Intoletasni Radikalisme dan Ekstrimisme) dan DFK (Dis Informasi, Fitnah, Kebencian).
Baca Juga : 1.448 Dulang dan Pesan Moderasi Beragama dari Gumi Sasak
Pelatihan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh dan narasumber penting, antara lain Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag. (Rektor UIN Mataram), Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag (Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan BMBPSDM Kemenag RI), Dr. H. Saprillah, M.Si (Kepala BDK Denpasar). Kehadiran para narasumber sekaligus Instruktur dan TIM Fasilitator Nasional Moderasi Beragama berjumlah 4 orang tersebut memperkuat posisi kegiatan ini sebagai forum strategis untuk membangun wawasan kebangsaan, keagamaan, dan kepemudaan yang inklusif berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama.

Dalam sambutannya Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag berharap bahwa “Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu memahami nilai-nilai moderasi beragama secara lebih substantif, tidak hanya sebagai konsep, tetapi juga sebagai sikap sosial yang tercermin dalam perilaku kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah keberagaman agama, budaya, dan komunitas di NTB”. Rektor UIN Mataram yang juga hadir memberikan sambutansekaligus membuka acara menegaskan bahwa “Selain sebagai ruang pembelajaran, kegiatan ini dimaksudkan untuk membuka, mendesain serta menyambung ruang dialog, dan penguatan kapasitas pemuda dalam merawat kerukunan antarumat beragama. Pelatihan ini juga menegaskan komitmen UIN Mataram sebagai kampus Cendikia, Terbuka dan Unggul dan tak hentinya memperkuat ekosistem akademik dan sosial yang berpihak pada nilai kemanusiaan, kebangsaan, toleransi, dan perdamaian berkelanjutan”.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat peran pemuda lintas agama sebagai agen perdamaian, penggerak toleransi, dan penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. Kegiatan berlangsung hangat, aktif, dan penuh antusiasme, ditandai dengan terbangunnya dialog yang hidup antar peserta dari berbagai latar belakang agama, organisasi, dan komunitas kepemudaan. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat secara aktif dalam diskusi, berbagi pengalaman, serta merefleksikan berbagai persoalan sosial keagamaan yang terjadi di masyarakat.
Selain itu, para fasilitator memberikan pembekalan kepada peserta tentang cara menganalisis persoalan sosial keagamaan secara kritis, bijak, dan konstruktif. Melalui proses ini, peserta diajak memahami pentingnya dialog, penghormatan terhadap perbedaan, kemampuan membaca potensi konflik, serta merumuskan langkah-langkah penyelesaian yang mengedepankan nilai moderasi, kemanusiaan, dan kebersamaan.












