Berita  

Tim Peneliti MORA The Air Funds LPDP Susun Instrumen Sertifikasi Pesantren Berbasis Moderasi Beragama dan SDGs

Penulis : Tim Redaksi Tahiro.id

Mataram | tahiro.id  — Tim Peneliti MORA The Air Fund LPDP melaksanakan Focus Group Discussion/FGD-2 pada 20 Juni 2026 dengan tema “Penyusunan Matriks Rancangan Standar, Indikator, dan Item Instrumen Sertifikasi Pesantren Berkelanjutan”. Kegiatan ini secara khusus membahas integrasi nilai Sustainable Development Goals/SDGs dan Moderasi Beragama dalam tata kelola pesantren sebagai bagian dari penguatan instrumen sertifikasi pesantren berkelanjutan.

FGD ini difokuskan pada penguatan dimensi Moderasi Beragama dalam aktivitas pesantren yang akan diukur melalui instrumen sertifikasi. Pembahasan diarahkan pada bagaimana nilai-nilai moderasi, seperti komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kearifan lokal, dapat diterjemahkan ke dalam standar, indikator, item instrumen, serta bukti dukung yang relevan dengan kehidupan pesantren.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Dr. Yusuf, M.Pd. bersama sejumlah dosen UIN Mataram menekankan bahwa sertifikasi pesantren berkelanjutan tidak hanya perlu mengukur aspek administratif, tetapi juga praktik nyata pesantren dalam membangun pendidikan yang inklusif, damai, berkeadilan, dan berkelanjutan. Karena itu, integrasi Moderasi Beragama dan SDGs menjadi penting agar pesantren mampu menunjukkan kontribusinya dalam penguatan karakter santri, harmoni sosial, perlindungan warga pesantren, serta pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pesantren, asesor, peneliti, praktisi, dan penggiat Moderasi Beragama sebagaimana daftar peserta terlampir. Beberapa lembaga yang hadir antara lain Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah, Pondok Pesantren Thohir Yasin Masbagik Lombok Timur, Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Narmada Lombok Barat, Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kapu Lombok Utara, serta para peneliti dari Universitas Islam Negeri Mataram. Selain itu, hadir pula asesor, peneliti/praktisi, dan Pegiat Moderasi Beragama yang memberikan masukan substantif terhadap penguatan instrumen sertifikasi.

Melalui FGD ini, tim peneliti berharap rancangan instrumen sertifikasi pesantren berkelanjutan dapat disusun secara lebih terukur, kontekstual, dan sesuai dengan karakter khas pesantren. Hasil diskusi ini diharapkan menjadi dasar penting dalam merumuskan matriks standar, indikator, item instrumen, serta bukti dukung yang mampu menilai sekaligus mendorong pesantren menjadi lembaga pendidikan Islam yang moderat, unggul, ramah sosial, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Dukung Program MBG
Dukung MBG 🇮🇩
Apakah Anda mendukung Program Makan Bergizi Gratis untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045?
Terima Kasih
Dukungan Anda sangat berarti untuk masa depan generasi Indonesia.